-->

FOLLOW BY EMAIL

Thursday, 2 May 2013

Mengintip Dapur Kerja Pabrik Huawei Di China



MINGGU lalu, Okezone mendapat kesempatan berkunjungan ke negara dengan jumlah penduduk  terpadat di dunia, China. Negara yang pernah mengalami kemiskinan merata luar biasa di seluruh negeri pada tahun 1900an ini, baru pada tahun 1990 bangkit dan membuka diri terhadap dunia luar. Sejak itu China pun mulai membangun.

Ditengah keterbukaan itu, China pun mulai membangun. Sejumlah pabrik dan perkantoran berdiri atas permintaan pemerintah China. Pabrik Huawei, perusahaan pemasok perangkat telekomunikasi dan jaringan komunikasi terbesar di China pun berdiri di atas lahan seluas 37 hektare, tepatnya di kota Shenzhen. 

Dari situ juga dimulai masa kebangkitan kota yang bernama Shenzhen yang tumbuh pesat dari jumlah penduduk yang hanya 6 juta, perlahan meningkat berkali-kali lipat.

Okezone beruntung bisa melihat dari dekat kantor, pusat riset dan penelitian serta pabrik Huawei yang megah dan mewah itu. Lokasi pabrik persisnya berada di pinggiran kota yang sangat luas, tepatnya di Shongshan Lake, Dongguan. Satu jam perjalanan dari kota Shenzhen.

Ketika berada di antara komplek perkantoran dan pabrik, seluruh mata bakal tercengang, terpana dibuatnya. Megah, indah, sejuk, asri dengan latar belakang alam yang hijau, menjadikan siapapun bakal betah berlama-lama di pabrik itu.

Kesan panas, kotor, bising, sumpek dan juga bau limbah tidak tampak di pabrik perakitan BTS, modem, smartphone dan juga pusat data Huawei itu. Jauh dari keramaian, lokasi pabrik yang ditata berada di antara bukti dan pegunungan menambah keasrian dan sejuknya pemandangan ketika berada di lokasi.

“Kami ciptakan suasana senyaman mungkin, kebersihan, keindahan dan yang terpenting kebersamaan. Sehingga antara atasan dan bawahan kami upayakan tidak ada tembok, semua sama ketika berada di kantor/pabrik,” kata Scott Brendon, Vice President International Media Affairs, menjawab pertanyaan Okezone.

Sayangnya, Okezone hanya mendapat kesempatan untuk mengunjungi salah satu dari enam pabrik Huawei , yakni proses pembuatan komponen BTS (Base Transceiver Station) atau umumnya dikenal dengan istilah bagian dari network element GSM yang berhubungan langsung dengan Mobile Station (MS). Karena memang, Huawei cikal bakalnya adalah perusahaan penyedia telekomunikasi untuk operator besar.

Lebih jauh lagi masuk ke komplek perakitan, jangan harap bisa bebas lalu lalang, keluar masuk ketika berada ruang steril. Kamera, handphone dan alat elektronik lainnya juga harus dititip ke petugas.

Ketika Okezone masuk, harus mengenakan pakaian khusus, sepatu pun harus ditanggalkan, sebagai gantinya setiap orang mengenakan alas kaki yang disediakan khusus, sepatu yang terbuat dari bahan plastik.

Di divisi perakitan BTS ini, jumlah karyawan tidak lebih dari 50 orang. Mereka adalah tenaga-tenaga ahli yang hanya fokus dengan pekerjaannya masing-masing.

Ada 15 tahapan untuk membuat satu komponen BTS, mulai dari desain awal, solder, hingga uji coba alat hingga finishing. Hebatnya, dalam satu komponen BTS, Huawei mampu mengerjakan selama 3,5 hari saja. Sebuah pencapaian luar biasa, klaim mereka.

Diantara 15 tahapan, ada tiga tahapan yang dikerjakan dalam ruangan khusus, sangat steril, dimana hanya orang tertentu saja yang diperbolehkan masuk. Orang asing hanya melihat dari balik kaca saja.

“Ini ruangan perakitan touch-up, assembly, dan pengujian akhir. sangat sensitif, sehingga  harus benar-benar steril dan terhindar dari debu, kotoran, dan air. Karyawan yang akan masuk pun harus disemprot cairan khusus,” ujar salah satu staff menjelaskan.

Perusahaan dengan laba USD 2,4 miliar selama 2012 ini, tahun ini sudah mempekerjakan karyawan lokal berusia antara 25-35 tahun. Saat ini seluruh karyawan yang bekerja sudah mencapai 111.000 tenaga terlatih.
Alat Kontrol KaryawanAda yang menarik di pabrik Huawei. Sebuah alat sederhana, namun memiliki pengaruh yang luar biasa dan bermanfaat bagi para pekerja pabrik. Alat itu mampu mendeteksi psikologis karyawannya, apakah dia senang, sedih, stress dan lainnya.

Mengapa demikian, pabrik perakitan di Huawei ini membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi, sehingga bila ada karyawan yang sakit, sedih, stress dan lainnya akan terlihat, tidak diperbolehkan mengerjakan apapun, karena akan berpengaruh terhadap hasilnya.

Nah, karyawan dengan tanda "bahagia" yang diperbolehkan bekerja (gambar kartun tertawa). Lalu, berapa gaji yang mereka terima setiap bulannya, sayanganya perusahaan enggan menyebutkan.

“Kami tidak bisa sebutkan itu. Setiap karyawan jumlahnya bervariasi, tergantung tingkat pekerjaan, keahlian dan tingkat kesulitannya,” jelasnya.

Namun demikian, melihat betapa kerasnya orang-orang China bekerja di pabrik Huawei, bagaimana mereka menunjukan kepada dunia bahwa mereka bisa maju dan mampu bersaing ditingkat dunia.

sumber : okezone.com
Get Free Updates
Follow us on:
facebook gplus rss
Comments
0 Comments

No comments:

FOLLOWERS