-->

FOLLOW BY EMAIL

Wednesday, 3 July 2013

Perbedaan Doktor dan Dokter

perbedaan doktor dan dokter


Perbedaan Doktor dan Dokter - Masih hangat dalam ingatan kita ketika acara pelantikan tanggal 20 Oktober 2009 lalu, Ketua MPR RI dengan terbata-bata dan salah menyebutkan gelar Presiden SBY dan Wakil Presiden Budiono. Beberapa kali beliau menyebut Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan juga Prof. Dr. H. Boediono dengan dokter bukan doktor.


Yang menjadi masalah adalah bukan karena tidak mengetahui beda antara dokter dan doktor, melainkan karena penulisan singkatan gelar Dr. (ditulis huruf d besar dan huruf r kecil diakhiri dengan tanda titik) yang membuat sang ketua ragu-ragu menyebutkannya: doktor atau dokter.

Hal di atas terjadi, antara lain, akibat umumnya pemakai bahasa tidak disiplin dalam berbahasa, baik lisan maupun tulisan. Pemakai bahasa sering tidak konsisten dalan penulisan singkatan, baik untuk gelar doktor maupun dokter: dr. Dr. DR.

Misalnya:
(1)    Dr. Subki Abdulkadir
(2)    dr. Subki Abdulkadir
(3)    DR. Subki Abdulkadir

Apakah Bapak Subki Abdulkadir itu seorang yang bergelar doktor atau dokter? Pertanyaan itu muncul karena adanya penulisan seperti (1), (2), dan (3) di atas.

Mengenai perbedaan arti dokter dan doktor, pada umumnya orang mengetahuinya. Sesuai dengan yang ada dalam buku KBBI, sebagai acuan berbahasa dengan benar, orang memahami bahwa  doktor adalah gelar kesarjanaan tertinggi yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada seorang sarjana yang telah menulis dan mempertahankan disertasinya, sedangkan dokter adalah lulusan pendidikan kedokteran yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatannya.

Jadi, masalah perbedaan arti kedua kata itu sudah sangat jelas, tetapi cara penulisan singkatannya itu ternyata masih banyak yang ragu-ragu. Sering orang menulis singkatan gelar doktor dengan d besar dan r besar seperti ini DR, padahal yang benar cukup dengan d besar dan r kecil seperti ini Dr.

Sementara ini masih banyak terjadi di mana-mana, penulisan singkatan dokter dengan d besar dan r kecil seperti ini Dr. Padahal, yang benar cukup dengan d kecil dan r kecil seperti ini dr.

Jadi, menurut kaidah bahasa baku bahasa Indonesia,

jika Bapak Subki Abdulkadir bergelar dokter, penulisan singkatan yang benar adalah
dr. Subki Abdulkadir (Benar)

bukan
Dr. Subki Abdulkadir (Salah).

Jika Bapak Subki Abdulkadir bergelar doktor, penulisan singkatan yang benar adalah
Dr. Subki Abdulkadir (Benar)

bukan
DR. Subki Abdulkadir (Salah).

Jika Bapak Subki Abdulkadir gelarnya berderet, misalnya doktor, dokter, insinyur, haji, sarjana hukum, dan sarjana ekonomi, penulisan singkatan yang benar adalah
Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, S.H., S.E.

Jangan lupa pula, Anda harus memperhatikan dengan cermat penggunaan tanda baca titik, koma, serta kerenggangan antar unsurnya.  Bandingkan contoh penulisan di bawah ini.

Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, S.H., S.E. (Benar)
Dr.dr.Ir.H. Subki Abdulkadir, S.H., S.E. (Salah)
Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, SH, SE (Salah)
DR. Dr. Ir. H. Subki Abdulkadir SH., SE. (Salah)
Dr dr Ir H Subki Abdulkadir, S.H., S.E. (Salah)
Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, S.H, S.E (Salah)
Dr. dr. Ir. H Subki Abdulkadir, S.H. S.E. (Salah)
DR. Dr. IR. H. Subki Abdulkadir S.H., S.E. (Salah)
Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, S.H. S.E. (Salah)
Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, S.H, S.E (Salah)

Semoga hal-hal di atas memicu kita untuk lebih cermat dalam berbahasa, terutama  ketika kita berkomunikasi dalam forum resmi, seperti dalam pelantikan; dalam karya tulis keilmuan dan/atau kedinasan.

DR, Dr, atau dr? Untuk doktor (S3) dan dokter (ahli penyakit)
  1. Dr.(H.C.) digunakan untuk gelar kehormatan Doktor Honoris Causa yaitu doktor kehormatan yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi kepada seseorang sesuai dengan ketokohan dalam suatu bidang tertentu.
  2. Dr. adalah singkatan doktor, suatu gelar pendidikan Strata Tiga (S3). Dr. merupakan gelar akademik tertinggi. Contoh penulisan yang salah: DR. IR. HARYADI atau DR. IR. Haryadi; seharusnya: Dr. Ir. HARYADI atau Dr. Ir. Haryadi.
  3. dr. adalah singkatan bagi dokter (ahli penyakit) yang merupakan sebutan profesional untuk seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan profesi dokter. Contoh penulisan yang salah: DR. USMAN atau Dr. Usman; seharusnya: dr. USMAN atau dr. Usman.
Sering ditanyakan, bagaimana menuliskan gelar ini di awal kalimat. Hal ini adalah masalah tata kalimat. Hindari penulisan singkatan (termasuk gelar) di awal kalimat. Menyiasati masalah tersebut maka penulisan ‘dr. A’ di awal kalimat seharusnya diubah menjadi ‘Dokter A’.

sumber :
Get Free Updates
Follow us on:
facebook gplus rss
Comments
0 Comments

No comments:

FOLLOWERS